Recent Posts

Selasa, 30 Desember 2014

Kekuatan Ikhlas

Ada yang sakit cuci darah, dan dirinya tak bisa menerima harus cuci darah seminggu 2 kali, sehingg hari hari dijalani penuh derita lahir bathin.

Namun setelah menyadari bahwa inilah takdir terbaik, yang Alloh tetapkan bagi dirinya saat ini sesudah sekian lama diberi takdir sehat…
“Inilah takdir terbaikku, kehidupan normalku adalah cuci darah seminggu 2 kali,”. maka kehidupan menjadi nyaman dan kembali ternikmati.
Setiap orang memiliki episode masing-masing, dan berganti saat, berganti pula episode. Kemampuan ridho kepada takdir, membuat hidup lebih nyaman dan berkah.
Allah Ta’ala berfirman,
مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ (22) لِكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آَتَاكُمْ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ (23)
“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri” (QS. Al Hadid: 22-23)
Allah Ta’ala berfirman,
إنا كل شىء خلقنه بقدر
“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.” (Qs. Al-Qamar: 49)
وخلق كـل شىء فقدره, تقديرا
“Dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.” (Qs. Al-Furqan: 2)
وإن من شىء إلا عنده بمقدار
“Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya, dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran tertentu.” (Qs. Al-Hijr: 21)
Mengimani takdir baik dan takdir buruk, merupakan salah satu rukun iman dan prinsip ‘aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Tidak akan sempurna keimanan seseorang sehingga dia beriman kepada takdir, yaitu dia mengikrarkan dan meyakini dengan keyakinan yang dalam bahwa segala sesuatu berlaku atas ketentuan (qadha’) dan takdir (qadar) Allah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لا يؤمن عبد حتى يؤمن بالقدر خبره وشره حتى بعلم أن ما أصابه لم يكن ليخطئه وأن ما أخطأه لم يكن ليصيبه
“Tidak beriman salah seorang dari kalian hingga dia beriman kepada qadar baik dan buruknya dari Allah, dan hingga yakin bahwa apa yang menimpanya tidak akan luput darinya, serta apa yang luput darinya tidak akan menimpanya.” (Shahih, riwayat Tirmidzi dalam Sunan-nya (IV/451) dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, dan diriwayatkan pula oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya (no. 6985) dari ‘Abdullah bin ‘Amr. Syaikh Ahmad Syakir berkata: ‘Sanad hadits ini shahih.’ Lihat juga Silsilah al-Ahaadits ash-Shahihah (no. 2439), karya Syaikh Albani rahimahullah)
Jibril ‘alaihis salam pernah bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai iman, maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,
الإيمان أن تؤ من با لله وملا ئكته وكتبه ورسله واليوم الا خر وتؤ من بالقدرخيره وشره
“Engkau beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari akhir serta qadha’ dan qadar, yang baik maupun yang buruk.”
(Shahih, riwayat Muslim dalam Shahih-nya di kitab al-Iman wal Islam wal Ihsan (VIII/1, IX/5))
Dan Shahabat ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma juga pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كل شيء بقدر حتى العجز والكيسز
“Segala sesuatu telah ditakdirkan, sampai-sampai kelemahan dan kepintaran.”
(Shahih, riwayat Muslim dalam Shahih-nya (IV/2045), Tirmidzi dalam Sunan-nya (IV/452), Ibnu Majah dalam Sunan-nya (I/32), dan al-Hakim dalam al-Mustadrak (I/23))
Allah Ta’ala pun telah berfirman,
و عسى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وهُوَ خَيْرٌ لكَمْ وَعَسى أَنْ تُحِبُّوْا شَيْئا وهو شرٌّ لكم واللهُ يعلمُ وأَنْتُمْ لا تَعْلمُوْنَ
“Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”(QS. Al Baqarah: 216)

Ditulis oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.

Jadikan Allah Saja Sebagai Penolong

Allah Swt berfirman,

“..Hasbunallah wani’mal wakil (Cukuplah Allah sebagai penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baik tempat bersandar).” (QS. Ali `Imran [3] : 173).
Ayat di atas adalah ucapan doa nabi Ibrahim AS kepada Allah Swt, manakala beliau berhadapan dengan penguasa Babilonia yaitu raja Namrud. Sebelumnya, Nabi Ibrahim AS menghancurkan seluruh berhala yang disembah rakyat dan penguasa Babilonia, dan menyisakan satu yang paling besar. Hal itu beliau lakukan karena beliau yakin bahwa yang mereka lakukan adalah perbuatan yang salah kaprah dan sesat menyesatkan.
Nabi Ibrahim AS bermaksud untuk mengajak mereka berpikir menggunakan kejernihan akal, bahwa sesungguhnya yang mereka lakukan adalah kesesatan. Beliau bermaksud mengajak mereka untuk menyembah Allah Swt., Dzat yang telah menciptakan mereka.
Beliau berpikir, bagaimana mungkin mereka menyembah benda-benda mati yang mereka buat sendiri. Bagaimana mungkin mereka menyembah benda-benda yang bahkan tidak bisa berbuat apa-apa sama sekali. Namun, perbuatan beliau itu rupanya tercium oleh para penguasa Babilonia. Sehingga beliau pun dijatuhi hukuman dengan dilemparkan ke dalam api yang berkobar panas dan besar.
Sesaat sebelum dihempaskan ke dalam api itu, nabi Ibrahim AS. berdoa kepada Allah Swt. dengan kalimat, “..Hasbunallah wani’mal wakil (Cukuplah Allah sebagai penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baik tempat bersandar)”, sebagaimana tercantum di dalam ayat tersebut di atas. Seketika itu pula, atas kehendak Allah Swt., kobaran api itu menjadi dingin bagi nabi Ibrahim AS.. Allah Swt. berfirman,
“Kami berfirman, “Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim.” (QS. Al Anbiyaa [21] : 69).
Kisah nabi Ibrahim AS ini memberikan pelajaran kepada kita untuk senantiasa meyakini sepenuh hati bahwasanya hanya Allah Swt tempat kita berlindung dan memohon pertolongan. Kisah ini juga mengajarkan bahwa hendaklah kita berpegang teguh hanya kepada-Nya secara total. Kita berbuat kebaikan dengan niat lurus sebagai ibadah kepada-Nya. Kita pun meyakini bahwasanya hanya kepada Allah Swt kita memasrahkan hasil dari segala ikhtiar yang kita lakukan.
Seberat apapun peristiwa yang menimpa kita, jika kita meyakini sepenuh hati bahwasanya Allah Swt Dzat Yang Maha Memiliki dan Dia-lah Yang Maha Menghendaki, niscaya kita akan bisa menghadapinya dengan baik. Seandainya seluruh jin dan manusia bersekutu untuk mencelakai kita, jika Allah Swt tidak menghendakinya, maka tidak akan terjadi apa-apa terhadap diri kita.
Tidak jarang kita temui orang yang telah melakukan usaha sedemikian rupa, namun sayangnya ia malah percaya kepada jimat atau mantra yang diberikan ‘orang pintar’ kepadanya. Jika demikian yang terjadi, maka sungguh sia-sialah segala apa yang telah diupayakannya. Sia-sialah pula keimanan yang telah dinyatakannya karena ia terjerumus pada kemusyrikan.
Sepelik apapun masalah yang kita hadapi, pasti Allah Swt Maha Tahu akan masalah kita sekaligus jalan keluarnya. Oleh karena itu, janji Allah Swt harus menjadi pegangan kita. Allah Swt. berfirman, “..Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan, memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan, barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. At Thalaq [65] : 2 – 3).
Maka, janganlah ada rasa pesimis saat kita ditimpa suatu peristiwa yang tidak kita kehendaki atau yang menyulitkan kita. Karena sesungguhnya rasa bingung, takut, menderita, itu adalah karena ketidaktahuan kita tentang cara Allah Swt memberikan jalan keluar bagi kita. Ketika kita ditimpa suatu kepelikan masalah keuangan, sesungguhnya Allah Swt akan mendatangkan rezeki-Nya kepada kita dari jalan dan cara yang tidak kita sangka sebelumnya.
Hal ini akan terjadi apabila kita menjadi hamba yang bertakwa kepada-Nya, bersungguh-sungguh dalam berusaha dan memasrahkan hasil segala usaha kita hanya kepada-Nya. Sebagaimana firman Allah Swt., “..Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya..” (QS. Ath Thalaq [65] : 3).
Saudaraku, kehidupan ini memang selalu ada suka dan duka, sedih dan gembira. Begitu seterusnya silih berganti. Apa yang menjadi masalah bukanlah pergantian siklus tersebut, melainkan cara kita menghadapi atau menyikapi siklus itu. Jika kita bisa menyikapinya dengan baik, maka kehidupan yang sedang kita jalani ini akan menjadi kesempatan yang selalu terbuka untuk kita terus memperbaiki diri, menambah wawasan, menambah ilmu, menguatkan keimanan, dan menyongsong kehidupan abadi di akhirat yang dipenuhi kebahagiaan.
Segala persoalan hidup yang kita temui di dunia merupakan kesempatan emas yang diberikan Allah Swt. kepada kita untuk mengangkat kemuliaan kita, meninggikan derajat kita dan membahagiakan kita. Cukuplah Allah Swt. sebagai penolong dan pelindung kita. Wallahu a’lam bishawab.
Ditulis oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.

Tafsir Surah Al-Ahzab Ayat 66-68

Surah Al-Ahzab (33) ayat 66-68

يَوْمَتُقَلَّبُوُجُوهُهُمْفِي النَّارِيَقُولُونَيَالَيْتَنَاأَطَعْنَااللَّهَوَأَطَعْنَاالرَّسُولَا
وَقَالُوارَبَّنَاإِنَّاأَطَعْنَاسَادَتَنَاوَكُبَرَاءنَافَأَضَلُّونَاالسَّبِيلَا
رَبَّنَاآتِهِمْضِعْفَيْنِمِنَ الْعَذَابِوَالْعَنْهُمْلَعْنًاكَبِيرًا
    
Maksudnya : "Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata: `Alangkah baiknya, andaikata kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul. Dan mereka berkata: `Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). Ya Tuhan kami, berilah kepada mereka azab dua kali lipat dan .kutuklah mereka dengan kutukan yang besar"

Dalam Fi Zilalil Quran Asy-Syahid Sayyid Qutb rahimahullah berkata :

"Itulah angan-angan mereka yang sia-sia,angan-angan yang bukan pada tempatnya dan angan-angan yang tidak akan dilayan. Masanya telah luput. Itu hanya penyesalan terhadap apa yang telah berlaku!

Kemudian keluarlah dari hati mereka rasa dendam terhadap ketua-ketua dan pembesar-pembesar yang telah menyesatkan mereka dan mereka benar-benar ingin kembali kepada Allah Yang Maha Esa, tetapi pengembalian itu tak berguna lagi.

Inilah yang dikatakan hari kiamat. Apa guna bertanya tentang hari ini?Hanya amalan yang soleh sahaja yang dapat menyelamatkan seseorang dari nasib kesudahan yang amat malang itu."

Sahabat yang dimuliakan,
Kisah yang dijelas di atas adalah berkaitan penyesalan yang tidak terhingga pengikut atau penyokong kepada ketua dan pembesar mereka . Mereka semuanya (ketua dan pengikut) sama-sama berada di dalam neraka. Dahulu ketika di dunia mereka telah memberikan sokongan padu, memberi undian kepada ketua mereka sehingga mereka terpilih dan berjaya mentadbir negara. Apabila ketua mereka membuat penyelewengan , membuat kezaliman, rasuah, menipu dan meninggalkan perintah Allah SWT dan Rasul-Nya kemudian para pengikut dan penyokong mengikut sahaja secara membuta tuli tanpa berfikir panjang arahan ketua mereka untuk melakukan kesesatan maka mengakibatkan semua mereka di humbankan ke dalam neraka. 

Setelah mereka (pengikut dan penyokong)  meraskan mereka telah ditipu oleh ketua-ketua mereka , mereka mengadu dan meminta kepada Allah SWT menimpakan azab (seksa) dua kali ganda kepada bekas ketua mereka , sebagaimana yang dinukilkan dalam al-Quran, "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). Ya Tuhan kami, berilah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar"

Penyesalan dan kecewa di atas perbuatan yang sudah lepas iaitu semasa hidup di dunia tidak membawa erti dan maknanya kerana pintu taubat sudah ditutup. Seseorang akan menerima segala hasil apa yang dilaburkan ketika di dunia. Jika amal soleh, amal ibadah dan amal kebajikan bayak dilakukan ketika di dunia dan tidak menzalimi manusia, tidak mengambil hak-hak orang lain, tidak rasuah , tidak menipu, tidak suka membuat fitnah dan tidak mengaibkan orang lain maka semua amal-amal tersebut akan membantu daripada terjerumus ke dalam api neraka. 

Seseorang hamba itu dapat memasuki syurga hanyalah kerana  kerana rahmat Allah SWT bukan kerana amal-amalnya, tetapi untuk meraih rahmat Allah SWT perlulah kepada amal-amal soleh yang ikhlas kerana-Nya dan tidak menzalimi manusia semasa hidup di dunia. Allah SWT amat benci kepada manusia yang suka membuat fitnah dan menzalimi manusia lain . Ramai penghuni neraka adalah di diami oleh mereka yang mempunyai hati tetapi mata hatinya buta, mempunyai mata tetapi buta kepada kebenaran dan mempunyai mulut tetapi setiap hari menabur fitnah, mengadu domba, mendedahkan aib orang lain dan menentang hukum-hukum Allah SWT. 

Sahabat yang dikasihi,
Marilah sama-sama insaf dan mengambil pengajaran di atas kisah benar yang diceritakan oleh Allah SWT di dalam al-Quran. Pengajaran yang boleh kita perolehi daripada ayat-ayat diatas adalah kita perlu berhati-hati semasa membuat pilihan memilih ketua negara di dalam pilihanraya supaya jangan sampai kita menyesal di hari akhirat nanti. Pilihlah pemimpin berdasarkan iman dan takwa, akhlak dan matlamat perjuangannya jelas mendaulatkan hukum-hukum Allah dan Rasul-Nya.  Pemimpin yang di pilih jelas mengutamakan keadilan dan mengutamakan hak-hak rakyat bukan untuk kepentingan peribadi. Pilihan yang tepat akan mendapat berkat sedangkan pilihan silap akan membawa azab di dunia dan akhirat.

PILIHLAH DENGAN SIAPA KAMU DUDUK



Berkata para ahli hikmah;

barang siapa yang duduk bersama 8 orang kelompok manusia, Alloh akan menambahi 8 perkara;

1.barangsiapa yg duduk dng orang2 kaya,Alloh akan menambahi cinta kepada dunia&semangat tuk mendapatkan dunia.

KESAKSIAN NABI TENTANG PENGHUNI NERAKA

Sayidina Ali r.a. menceritakan suatu hari ketika aku melihat Rasulullah s.a.w. menangis manakala  ia datang bersama Fatimah. Lalu keduanya bertanya mengapa Rasulullah s.a.w. menangis. 


Beliau menjawab, “Pada malam aku di-isra’-kan, aku melihat perempuan-perempuan yang sedang disiksa dengan berbagai siksaan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis. Karena, menyaksikan mereka yang sangat berat dan mengerikan siksanya. 

Putri Rasulullah s.a.w. kemudian menanyakan apa yang dilihat oleh ayahandanya. “Aku lihat ada perempuan digantung rambutnya, otaknya mendidih. 

Aku lihat perempuan digantung lidahnya, tangannya diikat ke belakang dan timah cair dituangkan ke dalam tengkoraknya. 

RAHASIA ZUHUD HASAN BASRI



‎Hasan Basri ditanya: Apa rahasia zuhudmu di dunia ini? Beliau menjawab: aku tahu rezekiku tidak akan diambil orang lain, kerana itu hatiku selalu tenang. Aku tahu amalku tidak akan dikerjakan orang lain, kerana itulah aku sibuk beramal soleh. Aku tahu ALLAH Ta'ala selalu memerhatiku, kerana itulah aku malu jika ALLAH melihatku sedang dalam maksiat. Dan aku tahu kematian itu sudah menungguku, kerana itulah aku selalu menambah bekal untuk hari pertemuanku dengan ALLAH........ Sahabat2ku:

           Jangan tertipu 
        dengan usia MUDA 
        karena syarat Mati 
         TIDAK harus TUA.

::: IKLAS :::

Sudah sekian lama Keihklasan itu dita'rif (didefinisikan).

Sudah saatnya keikhlasan segera diamalkan. Jangan katakan saya sudah ikhlas. Sampai dirimu mengetahui akan tandanya.

Tanda2 keIkhlasan seseorang :

1. Suka menyembunyikan amalannya.

2. Selalu menuduh dirinya dgn kekurangan dan tidak memuji diri sendiri (jgn merasa sudah baik).

Senin, 29 Desember 2014

# TIPS MENJADI BIDADARI DUNIA & AKHIRAT (UTK SANG ISTRI) #

Shalallahu ‘alaihi wassalam melihat Surga dan neraka, seraya bersabda:

((…ورأيت النار فلم أر منظرا كاليوم قط ورأيت أكثر أهلها النساء قالوا: بم يا رسول الله ؟ قال بكفرهن قيل أيكفرن بالله ؟ قال: يكفرن العشير ويكفرن الإحسان لو أحسنت إلى إحداهن الدهر كله ثم رأت منك ما تكره قالت ما رأيت منك خيرا قط )) رواه البخاري.

“ … Dan aku melihat neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penduduknya adalah kaum wanita. Shahabat pun bertanya :“Mengapa (demikian) wahai Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam?” Beliau Shalallahu ‘alaihi wassalam menjawab : “Karena kekufuran mereka.” Kemudian ditanya lagi : “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab :“Mereka kufur terhadap suami-suami mereka, kufur terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata : ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.’ ” (HR. Bukhari, no. 1053, dari Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhuma)

TIPS MENJADI BIDADARI DUNIA & AKHIRAT (UTK SANG ISTRI) :

1. Segera menyahut & hadir apabila diajak utk berhubungan.

AMALAN TERSEMBUNYI


Seorang lelaki di Saudi memiliki tetangga yang tak pernah sholat dan berpuasa. Suatu hari, dia bermimpi kedatangan lelaki. Dalam mimpinya itu, lelaki tadi memintanya agar mengajak tetangganya yang tak pernah shalat untuk umrah.
Ia dikejutkan oleh mimpinya namun ia tak hiraukan. Anehnya mimpi yang sama terulang. Akhirnya ia mendatangi seorang syaikh untuk bertanya tentang mimpi tsb. Syaikh berujar bhw jika mimpi terulang lagi, ia mesti merealisasikan mimpinya itu.
Dan benar saja, ia bermimpi lagi. Lantas ia mengunjungi tetangganya untuk menawarkannya umrah bersama.
"Ayo umrah bersama kami."
"Bagaimana aku akan umrah sementara aku tak pernah sholat."
"Tenang saja. Aku akan mengajarkanmu sholat."
Ia pun mengajarkannya kemudian lelaki itu mengerjakan sholat.

NON MUSLIM BERBUAT BAIK, BERPAHALAKAH??

Belum lama kita mendengar ada Pejabat Tinggi Negara yang kebetulan Non Muslim  meng-umrohkan marbot2 Masjid d Wilayah DKI, bukan hanya itu bahkan ia menyisihkan gajinya setiap bulan sebanyak 2,5% untuk ZIS (Zakat,Infaq,Sodaqoh).Ada juga Pejabat Non Muslim lain yang menjabat Lurah dilasah satu wilayah DKI/Depok pada tiap Idhul Adha ikut berkorban sapi dan kambing.

Amal2 baik pejabat ini boleh jadi lebih banyak dari pada kita yang muslim dan terkesan mulia.

Bagaimana jawaban Allah SWT terhadap amal2 baik orang2 kafir ini?Allah SWT berfirman:

"Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya,amalan-amalan (baik) mereka adalah seperti debu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang".(QS.Ibrahim: 18).

"Dan,orang-orang yang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar,yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga,tetapi bila didatanginya air itu, dia tidak mendapatinya sesuatu apapun".(QS.An-Nur:39).

sakit karena EMOSI

80% org sakit bukan karena fisiknya tapi karena EMOSInya.


PIKIRAN NEGATIF TERNYATA TIDAK BAIK BAGI KESEHATAN.

*1. MARAH selama 5 menit akan menyebabkan sistem imun tubuh kita mengalami depresi selama 6 jam.

*2. DENDAM & MENYIMPAN KEPAHITAN akan menyebabkan imun tubuh kita mati.. Dari situlah bermula
segala penyakit, spt STRESS, KOLESTEROL, HIPERTENSI, SERANGAN JANTUNG, RHEMATIK, ARTHRITIS, STROKE
(perdarahan / penyumbatan pembuluh darah).

Hanya Ada Dua Hari Raya dalam Islam


Dalam Islam, hari raya besar itu cuma dua, tidak ada yang lainnya, yaitu hari raya Idul Fithri (1 Syawal) dan Idul Adha (10 Dzulhijjah). Jadi Islam tidak memperingati perayaan lainnya seperti kelahiran Nabi, tahun baru Islam atau tahun baru lainnya, tidak ada peringatan turunnya Al Qur’an atau yang menandakan Nabi melakukan peristiwa tertentu. Seharusnya seorang muslim atau yang baru merasakan Islam, mencukupkan dengan dua perayaan tersebut.

Anas radhiyallahu ‘anhu berkata,

قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الْمَدِينَةَ وَلأَهْلِ الْمَدِينَةِ يَوْمَانِ يَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَقَالَ « قَدِمْتُ عَلَيْكُمْ وَلَكُمْ يَوْمَانِ تَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَإِنَّ اللَّهَ قَدْ أَبْدَلَكُمْ يَوْمَيْنِ خَيْراً مِنْهُمَا يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ النَّحْرِ

“Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang ke Madinah, penduduk Madinah memiliki dua hari raya untuk bersenang-senang dan bermain-main di masa jahiliyah. Maka beliau berkata, “Aku datang kepada kalian dan kalian mempunyai dua hari raya di masa Jahiliyah yang kalian isi dengan bermain-main. Allah telah mengganti keduanya dengan yang lebih baik bagi kalian, yaitu hari raya Idul Fithri dan Idul Adha (hari Nahr)” (HR. An Nasai no. 1556 dan Ahmad 3: 178, sanadnya shahih sesuai syarat Bukhari-Muslim sebagaimana kata Syaikh Syu’aib Al Arnauth).

INDAHNYA HIDUP BERSAMA AL-QURAN

Insya Allah kita semua memiliki kisah indah bersama al-Qur’anul karim, baik ketika sedang membaca dan menghapalnya, atau pada saat mentadabburi dan mempelajarinya. Demikian pula dengan teman-teman kita di bawah ini. Mereka memiliki kisah tersendiri, dan semoga menjadi nasihat bagi masing-masing pribadi. 

[1]. Akan Maksiat Aku Tak Jadi

Dahulu ketika musim liburan aku pernah pergi keluar kota agar bisa bebas bermaksiat. Tiba-tiba di tengah perjalanan aku teringat bahwa kelak diriku akan berdiri di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala, aku ingat betul sebuah ayat, “Pada hari ini Kami tutup mulut mereka, dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.” [QS. Yasin: 65]. Seketika itu aku langsung merubah arah untuk pulang ke rumah. Aku banyak memuji Allah atas karunia-Nya yang telah menjaga diri ini dari dosa besar dengan sebab merenungi firman-Nya tersebut. 

SEHAT BERKAH BAHAGIA DENGAN KURMA

Bila dimakan oleh anak-anak, maka kurma memberi khasiat untk mencerdaskan otak mereka. Cukup beralasan, bila Rasullah s.a.w menganjurkan bagi para isteri yang mengandung untuk makan buah kurma. Sabda Nabi, Berilah makan buah kurma kepda isteri-isteri� kamu yang sedang hamil, karena isteri-isteri kamu yang sedang hamil. Karena sekiranya wanita hamil itu memakan buah kurma, niscaya anak yang akan lahir kelak akan menjadi anak yang penyabar, bersopan santun serta cerdas. Sesungguhnya makanan Siti Maryam takkala melahirkan Nabi Isa a.s adalah buah kurma. 

SABAR

‎​
Jika kamu berkeluh kesah maka takdir Alloh akan tetap berjalan kepada mu, sedangkan kamu mendapatkan dosa.

Jika kamu bersabar maka takdir Alloh akan berjalan kepada mu, sedangkan kamu mendapatkan pahala.

Imam Ath Thabrani : "barangsiapa ditimpa ujian (cobaan,kesulitan) dan ia menyembunyikannya dari org banyak & tidak suka mengeluh kepada orang banyak, maka Alloh akan mngampuni & merahmati org tsb"

SABAR ADALAH IBADAH
Jika seseorang telah tahu bahwa sabar itu ibadah. Bahkan hal itu merupakan KEWAJIBAN...

Minggu, 14 Desember 2014

Jagalah Jadwal Sholat Wajib Tepat Waktu..!!!


Berikut ini dalil-dalil yang menunjukkan wajibnya menunaikan sholat lima waktu tepat pada waktunya :

Pertama
Allah Subhanahu wata'ala berfirman :
{حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَى} [البقرة: 238]
Peliharalah segala shalat (mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. [Al Baqarah (2):238]

Memelihara sholat berarti mengerjakannya tepat waktu, karena sebab turunnya ayat ini adalah tertundanya pelaksanaan sholat pada saat perang Khandaq, bukan karena meninggalkan pelaksanaannya. Seperti itulah penafsiran Ulama Salaf.

Memelihara sholat kebalikannya adalah menelantarkan dan menyia-nyiakannya, maka barangsiapa yang menunda pelaksanaannya keluar dari waktunya berarti telah menelantarkannya dan tidak memeliharanya.

Satu Jam Bersama Al Qur'an


Siapa diantara kaum muslimin yang tidak pernah membaca dan tidak mengetahui ayat berikut :

{ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ} [البقرة: 2]
Kitab (Al Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa [Al Baqoroh (2):2]

Semua ini terjadi karena akibat Dosa dan Maksiat


Al-Imam Al-’Allamah Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullahu menyebutkan secara panjang lebar dampak negatif dari dosa. Beberapa di antaranya bisa kita sebutkan di sini sebagai peringatan:

1. Terhalang dari ilmu yang haq. Karena ilmu merupakan cahaya yang dilemparkan ke dalam hati, sementara maksiat akan memadamkan cahaya.

Tatkala Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullahu belajar kepada Al-Imam Malik rahimahullahu, Al-Imam Malik terkagum-kagum dengan kecerdasan dan kesempurnaan pemahaman Asy-Syafi’i. Al-Imam Malik pun berpesan pada muridnya ini, “Aku memandang Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memasukkan cahaya ilmu di hatimu. Maka janganlah engkau padamkan cahaya tersebut dengan kegelapan maksiat.”


Rabu, 10 Desember 2014

UCAPAN ANAK KECIL YANG MEMBUAT IMAM ABU HANIFAH MENANGIS


Nak, hati-hati berjalan dengan sepatu kayumu. Jangan sampai kau tergelincir.
 Suatu ketika, Imam Abu Hanifah sedang berjalan. Dalam perjalanan itu, ia berpapasan dengan seorang anak kecil.
Melihat anak kecil itu mengenakan sepatu kayu, tiba-tiba terlintas rasa khawatir dalam benak Abu Hanifah. Ia pun mengingatkan, “Nak, hati-hati berjalan dengan sepatu kayumu. Jangan sampai kau tergelincir,” ujarnya menasihati.
Bocah miskin itu tersenyum, menyambut perhatian pendiri mazhab Hanafi ini dengan ucapan terima kasih.

Cara Sedekah Simpel Yang Akan Membawamu Bahagia Dunia Dan Akhirat (INSPIRATIF)


✔Belilah beberapa buah sandal jepit
plastik atau bakiak kayu, letakkan di
sekitar masjid agar para jamaah dpt
menggunakannya saat akan berwudhu.
Anda akan menikmati pahala dari
setiap orang yg memakainya…
✔Letakkanlah di jendela kamarmu
segelas air atau makanan utk burung²
kecil yg datang hinggap ke sana.