Recent Posts

AJARKANLAH KEPADA ANAKMU MURAQABATULLAH (SENANTIASA MERASA DIAWASI OLEH ALLAH)

Jumat, 16 Januari 2015

Seruan kepada Muslim lanjutkan boikot produk Denmark! Agar mereka bangkrut

KOPENHAGEN (Arrahmah.com) – Muslim seluruh dunia diserukan untuk terus memboikot produk-produk Denmark. Boikot yang dilakukan kaum muslimin selama sebulan telah membuahkan hasil yang cukup signifikan.
Kerugian yang diderita oleh perusahaan-perusahaan Denmark saat boikot dilakukan oleh kaum muslimin selama sebulan mancapai 4 milyar Euro. Jika kita terus memboikot produk Denmark 7 bulan lagi, kerugian mereka bisa mencapai sekira 80 miliar Euro.
Para duta besar Denmark diseluruh dunia, Perdana Menteri dan seluruh saluran televisi nasional Denmark mengupayakan untuk menghentikan aksi boikot produk yang dilakukan Muslim ini.
Inilah yang bisa dilakukan oleh kaum muslimin hari ini, boikot produk Denmark. Sebuah upaya yang ringan sesungguhnya bagi kaum muslimin, asal kita mau. Masih banyak produk lain yang bisa kita konsumsi ketimbang produk dari negeri yang menghina Nabi umat Islam tersebut.
Setiap produk dengan barcode dimulai dengan angka 57 adalah produk buatan Denmark. Ayo anjurkan dan yakinkan semua Muslim untuk hal ini dan beri tahu mereka untuk tidak membeli produk Denmark tersebut.
Merek-merek dagang utama yang sudah harus diboikot oleh kaum Muslimin adalah KFC (Kentucky Fried Chicken), McDonalds, Hardees, Burger King, Pizza Hutt dan Starbucks.
Kejahatan Denmark adalah telah menghina Nabi Mumammad shallahu ‘alai wa sallam yang mulia dengan terang-terangan melalui media masa mereka. Meski Muslim seluruh dunia memprotes, mereka tidak mencabut karikatur yang menghina Nabi umat Islam tersebut, dan mereka tidak menyesal. Pemerintah mereka pun mendukung hal itu.
Saat ini masyarakat kafir Denmark semakin kalap, mereka berniat untuk membakar Al Quran di pada Sabtu pekan depan di lapangan besar di ibukota Denmark Kopenhagen sebagai jawaban boikot umat Islam pada produk mereka.
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/07/21/seruan-kepada-muslim-lanjutkan-boikot-produk-denmark-agar-mereka-bangkrut.html#sthash.bLYmVOhk.dpuf

Selasa, 13 Januari 2015

Hukuman Mati Untuk Penghina Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam

Charlie Hebdo Penghina Nabi?

Ada penyerangan kantor majalah Charlie Hebdo yang membuat karikatur Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hingga ada banyak yang mati. Apakah tindakan ini dibenarkan? dan Bagaimana sikap kita?
Jawab:
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,
Ulama sepakat, orang yang menghina Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berhak mendapat hukuman mati.
Berikut kita simak keterangan Syaikhul Islam al-Harrani dalam kitabnya as-Sharim al-Maslul,
وقد حكى أبو بكر الفارسي من أصحاب الشافعي إجماع المسلمين على أن حد من سب النبي صلى الله عليه و سلم القتل كما أن حد من سب غيره الجلد
Abu bakr al-Farisi, salah satu ulama syafiiyah menyatakan, kaum muslimin sepakat bahwa hukuman bagi orang yang menghina Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah bunuh, sebagaimana hukuman bagi orang yang menghina mukmin lainnya berupa cambuk.
Selanjutnnya Syaikhul Islam menukil keterangan ulama lainnya,

Minggu, 11 Januari 2015

Terjebak macet di Akhirat

Terjebak macet, siapa yang mau? Jenuh, gerah, bosan, pengap dan bising, itu sebagian alasannya. Terlebih bila berada di dalam sebuah kendaraan yang tidak layak pakai dan dalam waktu yang lama pula. Pendek kata, “macet” telah menjadi suatu momok yang menakutkan. Segala cara dilakukan, baik oleh pribadi maupun institusi, untuk menghindari atau mengurai kemacetan. Mencari jalur alternatif, menentukan waktu yang tepat untuk bepergian, memilih kendaraan yang nyaman dan full fasilitas guna membunuh kejenuhan bilamana harus terjebak kemacetan, dan sekian banyak usaha lainnya. 

Tapi pernahkah kita berpikir, bahwa kemacetan itu bukan hanya terjadi di dunia? Ada kemacetan lain yang jauh lebih mengerikan, yakni di akhirat. Lalu apa pula yang sudah kita persiapkan agar tidak terjebak di dalam kemacetan tersebut? 

Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam mengingatkan, 

“لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَ فَعَلَ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ”

 “Kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat hingga ia ditanya tentang umurnya untuk apa ia manfaatkan, tentang ilmunya apa yang sudah diamalkan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan dan untuk apa ia nafkahkan, serta tentang tubuhnya untuk apa ia pergunakan”. HR. Tirmidzy dari Abu Barzah al-Aslamy radhiyallahu’anhu dan dinyatakan hasan sahih oleh Tirmidzy. 

DI ANTARA HIKMAH DI BALIK MUSIBAH

Sebagian generasi salaf menuturkan: 

لَوْلاَ مَصَائِبُ الدُّنْيَا لَوَرَدْنَا اْلآخِرَةَ مِنَ الْمَفَالِيْسِ.

“Sekiranya tidak ada berbagai macam musibah di dunia, niscaya di akhirat kita termasuk orang yang bangkrut. [Tazkiyah an-Nufuus, Ahmad Farid] 

Sungguh benar apa yang mereka sampaikan. Musibah itu, meski sekilas tampak menyesakkan hati, namun di balik itu terdapat ribuan hikmah yang telah rapi menanti, apabila memang kita tulus dan sabar ketika menghadapi. Sekiranya tidak ada musibah yang menimpa, bisa jadi seorang hamba datang ke akhirat dengan bergelimang dosa, tanpa ada pengampunan dari Allah ta’ala. Sekiranya tidak ada musibah yang datang menyapa, bisa jadi seorang hamba akan begitu hina dan menderita di akhirat sana. 

Di antara hikmah musibah, merupakan cara Allah subhanahu wa ta’ala untuk menghapuskan dosa-dosa hamba-Nya. Berikut beberapa hadis yang menjelaskan tentang hal tersebut. Semoga menjadi hiburan bagi setiap jiwa yang dirudung duka karena musibah yang sedang menyapanya. 

◆ HADIS PERTAMA: 

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: 

مَا يُصِيْبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ. 

“Tidaklah seorang muslim tertimpa rasa letih, penyakit, kesedihan, gundah gulana, gangguan, sesuatu yang menyesakkan hati, hingga duri yang menusuknya, melainkan dengan semua itu Allah akan menghapuskan sebagian dari dosa-dosanya.” (HR. al-Bukhari) 

◆ HADIS KEDUA: 

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيْبُهُ أَذًى مِنْ مَرَضٍ فَمَا سِوَاهُ، إِلاَّ حَطَّ اللَّهُ بِهِ سَيِّئَاتِهِ كَمَا تَحُطُّ الشَّجَرَةُ وَرَقَهَا.

Tidaklah seorang muslim mendapatkan gangguan seperti suatu penyakit atau selainnya, melainkan dengan sebab itu Allah akan menggugurkan dosa-dosanya, seperti pohon yang menggugurkan dedaunannya. (HR. al-Bukhari & Muslim) 

◆ HADIS KETIGA: 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ شَيْءٍ يُصِيْبُ الْمُؤْمِنَ حَتَّى الشَّوْكَةِ تُصِيْبُهُ إِلاَّ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ بِهَا حَسَنَةً أَوْ حُطَّتْ عَنْهُ بِهَا خَطِيْئَةٌ.

Tidaklah ada sesuatu yang menimpa seorang mukmin, meskipun sekadar duri yang menusuknya, melainkan Allah akan tuliskan baginya satu kebaikan atau dihapuskan darinya satu kesalahan. (HR. Muslim) 

◆ HADIS KEEMPAT: 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَشَدُّ النَّاسِ بَلاَءً الأَنْبِيَاءُ، ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ، يُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِيْنِهِ، فَإِنْ كَانَ دِيْنُهُ صُلْباً اِشْتَدَّ بَلاَؤُهُ، وَإِنْ كَانَ فِي دِيْنِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِيَ عَلَى حَسَبِ دِيْنِهِ، فَمَا يَبْرَحُ الْبَلاَءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِيْ عَلَى الأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيْئَةٌ.

Orang yang paling berat ujiannya adalah para Nabi, kemudian orang yang semisalnya lalu orang yang semisalnya. Seseorang akan diuji sesuai kadar agamanya. Bila agamanya kuat maka ujiannya semakin berat. Namun bila agamanya lemah maka ia akan diuji sesuai dengan kadar agamanya tersebut. Dan ujian itu akan terus menimpa hamba hingga membiarkannya berjalan di atas muka bumi tanpa memiliki dosa sedikitpun. (Hadis hasan sahih riwayat at-Tirmidzi)

Maka itu, hendaknya seorang muslim -minimal- bersabar atas musibah yang menimpanya, sehingga semoga di akhirat kelak ia termasuk orang yang banyak terhapus dosa-dosanya. 

Semoga Allah ta'ala menghindarkan kita dari musibah. Jika memang harus terjadi, semoga kita dimudahkan untuk senantiasa bersabar dan tegar dalam menghadapi. Aamiin. 

15 Hikmah Sakit

1. Sakit itu dzikrullah
Mereka yang menderitanya akan lebih sering dan syahdu menyebut Asma ALLAH di banding ketika dalam sehatnya.

2. Sakit itu istighfar
Dosa-dosa akan mudah teringat, jika datang sakit, sehingga lisan terbimbing untuk mohon ampun.

3. Sakit itu tauhid
Bukankah saat sedang hebat rasa sakit, kalimat thoyyibat yang akan terus digetar ?

4. Sakit itu muhasabah
Dia yang sakit akan punya lebih banyak waktu untuk merenungi diri dalam sepi, menghitung-hitung bekal kembali.

5. Sakit itu jihad
Dia yang sakit tak boleh menyerah kalah, di wajibkan terus berikhtiar, berjuang demi kesembuhannya.

6. Bahkan Sakit itu ilmu
Bukankah ketika sakit,dia akan memeriksa, berkonsultasi dan pada akhirnya merawat diri untuk berikutnya ada ilmu untuk tidak mudah kena sakit.

7. Sakit itu nasihat
Yang sakit mengingatkan si sehat untuk jaga diri, yang sehat hibur si sakit agar mau bersabar, ALLAH cinta dan sayang keduanya.

By : Salim A Fillah

~BAHAGIA ITU SEDERHANA~

Mendengar isteri cerewet di rumah, berarti aku masih punya belahan jiwa yg perhatian pada ku.

Mendengar suami masih mendengkur di sebelahku berarti aku masih punya suami.

Mendengar ayah dan ibu menegurku dengan tegas berarti aku masih punya ibu dan ayah.

�Merasa letih dan jemu menasihati anak yg nakal, berarti aku masih punya anak untuk saham akhirat ku nanti.

�Merasa letih setiap malam selepas penat bekerja, itu berarti aku mampu bekerja keras.

�Membersihkan piring dan gelas kotor setelah menerima tamu di rumah, itu berarti aku punya teman.

�Pakaianku terasa agak sempit, itu berarti aku makan cukup.

�Mencuci dan menyetrika timbunan baju, itu berarti aku memiliki banyak pakaian.

Membersihkan halaman rumah, mengepel lantai, itu berarti aku memiliki tempat tinggal.

Mendapatkan banyak penugasan, itu berarti aku dipercayai dapat melakukannya.

Jatuh sakit karena kelelahan, kemiskinan, berlebih-lebihan, itu artinya aku diberi kesempatan untuk menghapus dosa-dosa kecilku.

Mendengar bunyi klakson itu berarti aku masih bisa mendengar.

Mendengar bunyi Azan di subuh hari, itu berarti aku masih hidup/bernyawa.

Akhirnya banyak hal yg dapat kita syukuri setiap hari.

Aku juga bersyukur mendapatkan pesan ini, karena secara tidak sadar aku masih memiliki teman yg peduli padaku.

Seseorang yg peduli tentang aku telah mengirimkannya kepadaku.

Dan karena aku peduli tentangmu maka aku mengirimkannya juga kepadamu.

Berhenti mengeluh dan bersyukurlah. Bersyukur dalam setiap keadaan meski seakan-akan (karena kebodohan kita) tak ada alasan untuk bersyukur sekalipun.

Ayo kita sama-sama mencoba untuk bersyukur walau diri ini selalu mengeluh tanpa berfikir hikmah di sebaliknya.

Semoga yg terima pesan ini selalu diberkati dengan kesehatan, kebahagiaan dan kedamaian. Aamiin.

‎Fotografi 3D yang menakjubkan di Masjid al Haram dan Masjid an Nabawi



Senin, 05 Januari 2015

‎TABAYYUN

Tabayyun secara bahasa memiliki arti mencari kejelasan tentang sesuatu hingga jelas benar keadaannya. Sedangkan secara istilah adalah meneliti dan meyeleksi berita, tidak tergesa-gesa dalam memutuskan masalah baik dalam hal hukum, kebijakan dan sebagainya hingga jelas benar permasalahannya. 

Tabayyun adalah akhlaq mulia yang merupakan prinsip penting dalam menjaga kemurnian ajaran Islam dan keharmonisan dalam pergaulan. Hadits-hadits Rasulullaah saw dapat diteliti keshahihannnya antara lain karena para ulama menerapkan prinsip tabayyun ini. Begitu pula dalam kehidupan sosial masyarakat, seseorang akan selamat dari salah faham atau permusuhan bahkan pertumpahan darah antar sesamanya karena ia melakukan tabayyun dengan baik.  Allaah swt memerintahkan kepada orang yang beriman agar selalu tabayyun dalam menghadapi berita yang disampaikan kepadanya agar tidak meyesal di kemudian hari," Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti (tabayyun), agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas
perbuatan itu".

Bahaya meninggalkan tabayyun

1.        Menuduh orang baik dan bersih dengan dusta.